Smart Laboratory UGM: Inovasi IoT untuk Lingkungan Belajar Sehat dan Infrastruktur Digital Berkelanjutan

Tim peneliti Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Sekolah Vokasi UGM kembangkan sistem pemantauan udara dan okupansi berbasis IoT untuk mendukung SDG 3 dan SDG 9.

Tim peneliti dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan Smart Laboratory, sebuah sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memantau kualitas udara dan tingkat okupansi ruangan secara real-time. Sistem ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat sekaligus menjadi model infrastruktur digital cerdas di era industri 4.0.

Sistem Smart Laboratory memanfaatkan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan berbagai sensor — BME280 untuk suhu dan kelembaban, MH-Z19 untuk karbon dioksida, serta GP2Y1010AU0F untuk partikel debu. Data dari sensor dikirim melalui koneksi Wi-Fi ke platform ThingSpeak dan divisualisasikan pada dashboard berbasis web, sehingga kondisi laboratorium dapat dipantau secara langsung.

Menurut Rizkal Dwi Prasetyo, pengembang alat di bawah bimbingan dosen Budi Sumanto, perangkat ini tidak hanya memberikan informasi kualitas udara, tetapi juga dapat memperkirakan tingkat kepadatan ruang (okupansi) berdasarkan perubahan konsentrasi CO₂, suhu, dan kelembaban. “Sistem ini membantu menciptakan ruang belajar yang lebih sehat, sekaligus efisien dalam penggunaan energi,” jelasnya.

Melalui penerapan sistem ini, penelitian berkontribusi langsung pada SDG 3 – Good Health and Well-Being, dengan memastikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi sivitas akademika. Di sisi lain, integrasi IoT dan cloud computing menjadikan proyek ini bagian dari SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure, karena memperkuat ekosistem digital dan inovasi industri berbasis data di sektor pendidikan vokasi.

Smart Laboratory ini diharapkan dapat menjadi prototipe awal bagi pengembangan bangunan pintar (smart building) yang mampu menyesuaikan ventilasi dan penggunaan energi berdasarkan aktivitas penghuni secara otomatis.

Prototipe Smart Laboratory Vocational Occupancy Estimator

Gambar 1. Prototipe alat Smart Laboratory “Vocational Occupancy Estimator” mendukung lingkungan belajar sehat (SDG 3).

Infografik alur Sensor-to-Cloud

Gambar 2. Infografik alur Sensor-to-Cloud yang menggambarkan konektivitas dan inovasi digital (SDG 9).

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*