Tim Pengabdian Masyarakat dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada berhasil melaksanakan program Pemanfaatan Lampu Berbasis Panel Surya sebagai Sumber Energi Alternatif di Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 7: Energi Bersih dan Terjangkau serta Tujuan 13: Penanganan Perubahan Iklim.
Program yang dipimpin oleh Dr. Ir. Atikah Surriani, S.T., M.Eng., bersama dengan Tim ini berfokus pada penerapan lampu tenaga surya hemat energi sebagai solusi penerangan di wilayah pedesaan yang masih terbatas akses listriknya. Selain pemasangan, program ini juga mencakup edukasi dan pelatihan bagi 25 warga lokal mengenai sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), perawatan panel, dan pemanfaatan energi bersih. Pendekatan edukatif-partisipatif ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya energi terbarukan. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi tanya jawab dan praktik langsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan pemanfaatan energi surya dapat menjadi alternatif ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kemandirian energi masyarakat pedesaan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memahami cara kerja dan perawatan teknologi energi surya ini. Dengan begitu, mereka bisa mandiri dan menjaga keberlanjutan,” ujar Dr. Atikah.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 22 Juli 2025, diawali dengan sosialisasi mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan teknik perawatan yang tepat bagi masyarakat. Tim DTEDI SV UGM juga melakukan demonstrasi dan aplikasi langsung pemanfaatan lampu berbasis PLTS, sehingga masyarakat dapat memahami proses pemasangan, pengoperasian, dan pemeliharaannya.
Setelah satu bulan pelaksanaan, seluruh unit lampu berfungsi dengan baik. Dampak sosial yang terlihat antara lain meningkatnya keamanan dan kenyamanan masyarakat pada malam hari, serta munculnya inisiatif warga untuk menerapkan teknologi serupa di rumah masing-masing. Dari sisi lingkungan, penggunaan lampu surya ini mampu mengurangi emisi karbon sekitar 0,02 ton CO₂ per unit per tahun, turut mendukung mitigasi perubahan iklim global.
Program ini didanai oleh Dana Masyarakat Sekolah Vokasi UGM Tahun 2025, dengan dukungan dari Pemerintah Kapanewon Nanggulan dan Kalurahan Jatisarono. Ke depan, tim mendorong adanya replikasi program di desa lain melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan berbasis teknologi terapan dapat memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan, sejalan dengan visi SDGs untuk “tidak meninggalkan siapa pun di belakang.”

Dokumentasi Kegiatan
Sesi Pemaparan dan Pelatihan Warga Mengenai Sistem PLTS



Kegiatan edukasi dan pelatihan warga mengenai sistem PLTS
Foto Bersama Tim dan Masyarakat


Foto bersama tim dan masyarakat setelah kegiatan