Kontribusi Riset UAV Quad Tailsitter terhadap Pencapaian SDGs

Penelitian berjudul “Hover Stabilization of a Quad Tailsitter UAV Using Full-State Linear Quadratic Integrator (LQI) Control” menunjukkan bagaimana pengembangan sistem kendali cerdas dapat mendukung teknologi udara tanpa awak (UAV) yang efisien, presisi, dan berkelanjutan. Karya ini dikembangkan oleh tim dari Universitas Gadjah Mada, melibatkan Ariesta Martiningtyas Handayani, S.Si., M.Cs, Isnan Nur Rifai, S.Si., M.Eng., Ph.D, dan Dr. Andi Dharmawan.

Quad Tailsitter UAV simulation

Quad Tailsitter UAV simulation.

Studi ini merancang pengendali Linear Quadratic Integrator (LQI) untuk menjaga kestabilan hover UAV tipe Quad Tailsitter—sebuah konfigurasi unik yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti drone multirotor, namun dapat terbang maju layaknya pesawat sayap tetap. Melalui simulasi berbasis PyBullet, sistem LQI terbukti mampu mempertahankan posisi dan orientasi UAV dengan kesalahan steady-state di bawah 1 cm dan respons yang cepat di bawah 5 detik.

Lebih dari sekadar kontribusi di bidang kontrol dan robotika udara, riset ini memiliki relevansi yang kuat terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:

  • SDG 9 – Industry, Innovation, and Infrastructure: Penelitian ini memperkuat inovasi di bidang robotika udara dan otomasi industri. Dengan kontrol LQI yang efisien dan presisi tinggi, teknologi UAV dapat digunakan untuk inspeksi infrastruktur, pemantauan industri, dan otomasi sistem logistik, yang semuanya mendukung pembangunan infrastruktur cerdas dan berkelanjutan.
  • SDG 11 – Sustainable Cities and Communities: UAV tipe VTOL berpotensi menjadi solusi untuk mobilitas udara perkotaan (Urban Air Mobility), seperti pengiriman logistik ringan, pemantauan lalu lintas, hingga inspeksi bangunan tinggi. Dengan kemampuan stabilisasi otomatis, sistem ini mendukung pembangunan kota yang aman, tangguh, dan inovatif.
  • SDG 13 – Climate Action: Sistem UAV dengan efisiensi energi tinggi dan kontrol optimal dapat dimanfaatkan untuk pemantauan lingkungan dan perubahan iklim—misalnya dalam mengukur suhu, kelembapan, polusi udara, dan fenomena cuaca ekstrem. Teknologi ini membantu memperkuat aksi mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.
  • SDG 15 – Life on Land: Dengan kemampuan hovering presisi tinggi, UAV ini juga dapat digunakan untuk pemetaan vegetasi, pemantauan deforestasi, serta observasi satwa liar. Stabilitas terbang yang tinggi memungkinkan pengumpulan data visual dan geospasial tanpa gangguan terhadap ekosistem darat.

Secara keseluruhan, riset ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi UAV tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap keberlanjutan lingkungan dan pembangunan manusia. Melalui pengembangan sistem kendali yang efisien dan aplikatif, tim peneliti telah memberikan kontribusi konkret terhadap pencapaian SDGs, khususnya tujuan ke-9, ke-11, ke-13, dan ke-15.

Universitas Gadjah Mada mendorong penelitian-penelitian semacam ini sebagai langkah nyata dalam mewujudkan inovasi teknologi yang berkelanjutan dan berdaya guna bagi masyarakat.


Kontak Narahubung:
Ariesta Martiningtyas Handayani, S.Si., M.Cs
Email: ariesta_mh@mail.ugm.ac.id

Catatan Tambahan:
Berita ini merupakan bagian dari kegiatan riset terapan UAV tail-sitter yang didukung oleh Penelitian Dana Masyarakat Sekolah Vokasi Tahun 2025.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*